Menilik Perspektif John Locke & Jean Jacques Rousseau

Ari Reski Sashari

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 

Pikiran manusia dilahirkan dalam keadaan kosong atau blank slate (tabula rasa) tanpa memiliki pengetahuan atau pengalaman apapun. Dalam arti lain, manusia tidak memiliki pengetahuan bawaan atau naluri alamiah yang terprogram di dalam dirinya. Manusia memperoleh pengetahuan dan pengalaman melalui persepsi indrawi yang diperoleh dari pengalaman empiris, panca indera.Teori Tabula Rasa mengasumsikan bahwa setiap individu lahir dengan kapasitas yang sama untuk belajar dan berkembang. Perbedaan antara individu berasal dari perbedaan lingkungan yang mereka hadapi dan pengalaman yang mereka alami. 

Mari mencoret kertas kosong itu agar mereka menjadi "anak manusia" Istilah yang dipopulerkan oleh filsuf Jean Jacques Rousseau . "Emile, or On Education" adalah salah satu karya klasik dalam sejarah pemikiran tentang pendidikan, dan menjadi referensi penting bagi banyak teori dan praktik pendidikan hingga saat ini. Karya ini menawarkan sudut pandang yang segar dan berbeda tentang pendidikan, yang menekankan pentingnya kebebasan, pengalaman alami, moral, dan karakter dalam proses belajar-mengajar dalam  pengembangan anak secara holistik. Dalam filsafat, anak manusia dapat dianggap sebagai individu yang belum terbentuk sepenuhnya dan terus mengalami perubahan dan pertumbuhan selama masa hidupnya. Dengan memberikan lingkungan attachment atau kasih sayang terhadap keluarga maka "they will be a good person"

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menilik Perspektif John Locke & Jean Jacques Rousseau "

Posting Komentar